Respon Krisis Air Bersih, Ruang Amal Indonesia Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih di Desa Hergamanah, Sukabumi
SUKABUMI– Ruang Amal Indonesia menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (28/7) Sebanyak dua truk tangki dengan total 8.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 160 kepala keluarga (KK) atau sekitar 640 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
Penyaluran dilakukan sebagai respons atas kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurunnya debit sumber mata air membuat warga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga sanitasi.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya Ruang Amal Indonesia dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih selama musim kemarau melalui kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, BYOND by BSI, dan Yayasan Astha Cita Masykur.
Fundraising dan Partnership Ruang Amal Indonesia, Mahatir Qathafi, mengatakan bahwa bantuan air bersih merupakan langkah darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
"Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika sumber air mulai mengering, masyarakat membutuhkan respons yang cepat. Melalui distribusi ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga Desa Hegarmanah. Kami juga mengajak masyarakat, para donatur, dan mitra untuk bersama-sama memperluas manfaat program air bersih agar semakin banyak wilayah terdampak yang dapat dibantu," ujar Mahatir Qathafi
Kondisi kekeringan pada musim kemarau tahun ini juga menjadi perhatian berbagai pihak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejak awal Juli 2026, kejadian kekeringan dan krisis air bersih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk beberapa wilayah di Jawa Barat. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk mengoptimalkan distribusi air bersih serta menyiapkan langkah mitigasi selama musim kemarau berlangsung.
Di Kabupaten Sukabumi sendiri, laporan BPBD menunjukkan kejadian kekeringan telah terjadi di sejumlah titik. Salah satunya di Kecamatan Cibadak, di mana ratusan warga terdampak akibat berkurangnya pasokan air sehingga membutuhkan bantuan distribusi air bersih.
Ruang Amal Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak agar bantuan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi maupun wilayah lainnya selama musim kemarau.