Kemandirian bukan sekadar mimpi. Ia bisa tumbuh dari pelatihan yang tepat, kesempatan yang nyata, dan niat untuk berubah.
Itulah semangat yang hadir dalam Pelatihan Menjahit Skema Operator Jahit Sepatu. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi antara Paragon Corp, Paradaya Movement, Baitul Maal Hidayatullah (BMH),dan Ruang Amal Indonesia, pada Senin (10/11/2025) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Selama sepekan, sejak 10 hingga 15 November, sebanyak 50 peserta beasiswa pelatihan mendapat bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman. Mereka belajar, berlatih, dan menyiapkan diri untuk tahap berikutnya: wawancara kerja dan penempatan di industri produksi sepatu.
Dalam sambutannya, CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, M.A., menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas lembaga ini.
“Terima kasih atas kolaborasi ini. Semoga ke depan semakin banyak program serupa yang bisa kita hadirkan dengan kualitas dan dampak yang lebih baik,” ujarnya penuh harap.
Kerja sama ini bukan sekadar proyek sosial. Ia menjadi bukti bahwa kepedulian bisa bertemu dengan profesionalisme. Saat dunia korporasi dan lembaga zakat bersinergi, lahirlah program yang benar-benar berdampak.
Kadiv Prodaya BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma, menegaskan makna penting dari pelatihan ini.
“Pelatihan ini merupakan upaya agar pemanfaatan dana umat dalam bentuk zakat bisa benar-benar tersalurkan dengan dampak nyata. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan, tapi juga kesempatan untuk mandiri,” tuturnya.
Pernyataan ini memperkuat arah baru gerakan zakat produktif. Dana zakat tidak lagi berhenti pada santunan, tapi berubah menjadi sumber daya pemberdayaan.
“Inilah wujud nyata dari pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka mengubah diri mereka sendiri,” imbuh Yusran menegaskan.
Salah satu penerima manfaat, Khoirunnisa, tampak antusias.
“Saya belajar banyak hal baru. Dulu hanya bisa menjahit sederhana, sekarang lebih percaya diri karena dibimbing oleh instruktur berpengalaman. Semoga setelah pelatihan ini, saya bisa bekerja dan mandiri,” ucapnya penuh semangat.
Kisah Khoirunnisa mencerminkan dampak langsung program ini. Ia tak lagi merasa sebagai penerima bantuan, melainkan calon pekerja terampil yang siap menatap masa depan.
Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar-lembaga mampu menghasilkan perubahan nyata.
BMH membawa amanah dana umat. Paragon menghadirkan peluang industri. Paradaya Movement memberi wadah inovasi sosial. Ruang Amal Indonesia menguatkan jejaring dan dukungan publik.
Setiap pihak berperan, setiap langkah memberi arti.
Dari pelatihan ini, kita belajar bahwa kemandirian ekonomi umat bukan sekadar wacana. Ia tumbuh dari kerja sama, empati, dan keberanian untuk bertindak.
Sinergi antara lembaga amil zakat, korporasi, dan gerakan sosial ini menjadi model nyata bahwa kebaikan yang dikelola bersama akan melahirkan perubahan yang bertahan lama.
Penulis: Admin
Tags:
#kemandirian
#ekonomi
#berdaya